Senin, tanggal 24 Desember 2007, petugas pengelola gedung Apartemen Permata Eksekutif (APE) menyebarkan surat dengan tajuk kenaikan Service Charge (SC). Salinan surat satu halaman dengan nomor Ref044/BM/APE/CE/XII/07 tersebut diselipkan pada bagian bawah pintu unit APE. Padahal setiap unit APE memiliki kotak suratnya masing-masing. Surat tanpa amplop ini ditandatangani oleh dua orang pejabat struktural PT. Universal Dwikarya (PTUD), yaitu Samuel sebagai Ass.General Manager dan Ramot sebagai Building Manager.
Upaya PTUD selaku pengelola gedung APE ini dirasakan efisien dan efektif, karena pengelola tidak perlu membuat pertemuan dengan penghuni. Sehingga keputusan sepihak ini dianggap disetujui oleh penghuni, mengingat surat dilayangkan bulan Desember 2007, sedangkan keputusannya bulan Januari 2008, dimana durasi waktu tersebut banyak hari libur.
Salah satu pegawai struktural yang tidak mau disebutkan namanya, mengakui bahwa isi surat tersebut merupakan perintah langsung dari direksi kepada pegawai struktural agar segera menandatangani surat pemberitahuan tersebut meskipun tanpa kompromi dengan penghuni APE.
Monday, December 24, 2007
Kiki Abdurahman Tidak Pernah Tepati Janji
Kiki Abdurahman adalah direktur utama PT. Universal Dwikarya (PTUD)
yang saat ini menjadi pimpinan Badan Pengelola Apartemen Permata
Eksekutif (APE) di bilangan Jalan Pos Pengumben Jakarta Barat. Sejak bencana banjir Pebruari 2007 yang menimpa APE, penghuni menuntut keseriusan pengelola gedung APE dalam memberikan pelayanan yang semestinya. Namun Kiki tidak pernah menggubrisnya.
Tanggal 18 September 2007 Kiki datang atas undangan para penghuni pemrakarsa Perhimpunan Penghuni (PP) APE. Di sela-sela diskusi mengenai keseriusan PTUD menangani setiap permasalahan di lingkungan APE, Kiki malahan menantang agar agar penghuni segera membentuk PP dalam tempo satu bulan. Padahal belakangan, pada tanggal 3 Oktober 2007, Coldwell Bankers menyatakan bahwa pembentukan PP adalah 100% tanggung jawab PTUD.
Kiki berjanji akan membuat pertemuan tiga bulan sekali, nyatanya tidak
pernah dilaksanakan. Kiki gembar-gembor janji membicarakan dukungan pembentukan
PP oleh para penghuni. Kenyataannya, pemrakarsa PP tidak pernah berhasil minta dukungan penyebaran informasi di lingkungan APE.
Salah satu butir rapat tanggal 3 Oktober'07 adalah rencana pembentukan PP dan laporan keuangan PTUD kepada penghuni APE. Sedangkan waktu rapat yang tertulis pada undangan yaitu pada pukul 16.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Penghuni telah berkumpul di Aula Serba Guna APE sejak pukul 17.40 WIB, namun hingga pukul 18.50 WIB, Kiki malahan tidak kunjung hadir.
Hingga saat ini, setiap kali penghuni menanyakan tentang keseriusan PTUD atas pembentukan PP, staf PTUD tidak dapat memberikan jawaban. Saat penghuni menanyakan komitmen Kiki Abdurahman tentang rencana pertemuan setiap tiga bulan sekali tersebut, mereka memberikan jawaban yang sama, yaitu tidak tahu menahu tentang keseriusan rencana Kiki Abdurahman tersebut.
yang saat ini menjadi pimpinan Badan Pengelola Apartemen Permata
Eksekutif (APE) di bilangan Jalan Pos Pengumben Jakarta Barat. Sejak bencana banjir Pebruari 2007 yang menimpa APE, penghuni menuntut keseriusan pengelola gedung APE dalam memberikan pelayanan yang semestinya. Namun Kiki tidak pernah menggubrisnya.
Tanggal 18 September 2007 Kiki datang atas undangan para penghuni pemrakarsa Perhimpunan Penghuni (PP) APE. Di sela-sela diskusi mengenai keseriusan PTUD menangani setiap permasalahan di lingkungan APE, Kiki malahan menantang agar agar penghuni segera membentuk PP dalam tempo satu bulan. Padahal belakangan, pada tanggal 3 Oktober 2007, Coldwell Bankers menyatakan bahwa pembentukan PP adalah 100% tanggung jawab PTUD.
Kiki berjanji akan membuat pertemuan tiga bulan sekali, nyatanya tidak
pernah dilaksanakan. Kiki gembar-gembor janji membicarakan dukungan pembentukan
PP oleh para penghuni. Kenyataannya, pemrakarsa PP tidak pernah berhasil minta dukungan penyebaran informasi di lingkungan APE.
Salah satu butir rapat tanggal 3 Oktober'07 adalah rencana pembentukan PP dan laporan keuangan PTUD kepada penghuni APE. Sedangkan waktu rapat yang tertulis pada undangan yaitu pada pukul 16.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Penghuni telah berkumpul di Aula Serba Guna APE sejak pukul 17.40 WIB, namun hingga pukul 18.50 WIB, Kiki malahan tidak kunjung hadir.
Hingga saat ini, setiap kali penghuni menanyakan tentang keseriusan PTUD atas pembentukan PP, staf PTUD tidak dapat memberikan jawaban. Saat penghuni menanyakan komitmen Kiki Abdurahman tentang rencana pertemuan setiap tiga bulan sekali tersebut, mereka memberikan jawaban yang sama, yaitu tidak tahu menahu tentang keseriusan rencana Kiki Abdurahman tersebut.
Sunday, December 23, 2007
Penghuni Tidak Perlu Membayar Tarif Baru
Berbagai tanggapan atas kenaikan tarif pengelolaan Apartemen Permata Eksekutif (APE) muncul. Salah satunya surat via sms yang dikirim oleh ketua pemrakarsa Perhimpunan Penghuni (PP) APE. Berikut isi pesannya:
---
Kpd Sdr.Kiki/Dev Apt Permata Eksekutif.
Mengenai kenaikan Service Crg mau 50%,100% atau bahkan 1000% sy tidak masalah asal ada klarifikasi rincian biaya yg dpt dijelaskan dan dpt diterima oleh seluruh penghuni/pembayar. Sebelum ada klarifikasi maka kami akan bayar sesuai tarif lama. kami tunggu Undangan Klarifikasi dg seluruh penghuni, Direktur yg hrs jelaskan langsung k penghuni,jgn org yg tdk ada kewewenang yg menghadapi penghuni..!! (Ditto)
---
Kpd Sdr.Kiki/Dev Apt Permata Eksekutif.
Mengenai kenaikan Service Crg mau 50%,100% atau bahkan 1000% sy tidak masalah asal ada klarifikasi rincian biaya yg dpt dijelaskan dan dpt diterima oleh seluruh penghuni/pembayar. Sebelum ada klarifikasi maka kami akan bayar sesuai tarif lama. kami tunggu Undangan Klarifikasi dg seluruh penghuni, Direktur yg hrs jelaskan langsung k penghuni,jgn org yg tdk ada kewewenang yg menghadapi penghuni..!! (Ditto)
Saturday, December 22, 2007
Biaya SC Naik PT.UD Mengaku Sebagai PP
PT.Universal Dwikarya (PTUD) selaku pengembang Apartemen Permata Eksekutif (APE) menaikkan biaya Service Charge (SC) dari Rp.5000/m2 menjadi Rp.7500/m2 per Januari 2008. Pada lembaran pengumuman di tower 2 gedung APE disebutkan kenaikan ini sebagai antisipasi penyesuaian kenaikan biaya-biaya operasional di lingkungan APE. Pada bagian surat tersebut ada bagian yang mengundang pertanyaan, yaitu dimana PTUD mewakili Perhimpunan Penghuni (PP).
Pada pertemuan tanggal 18 September 2007 yang lalu, beberapa penghuni pemrakarsa PP menuntut keseriusan PTUD dalam memberikan pelayanan yang baik dan semestinya. PTUD melalui Kiki selaku Direktur Utama menyatakan bersedia sebagai pengayom dan akan membuat pertemuan setiap 3 bulan dengan penghuni.
Pada pertemuan 3 Oktober 2007, Coldwell Banker sebagai konsultan pengembangan rumah susun menyatakan bahwa PP menjadi tanggung jawab PTUD. Sejak pertemuan ini, PTUD belum pernah mengundang penghuni untuk membentuk PP. Maka dalam surat tersebut sebenarnya PTUD mewakili siapa?
Pada pertemuan tanggal 18 September 2007 yang lalu, beberapa penghuni pemrakarsa PP menuntut keseriusan PTUD dalam memberikan pelayanan yang baik dan semestinya. PTUD melalui Kiki selaku Direktur Utama menyatakan bersedia sebagai pengayom dan akan membuat pertemuan setiap 3 bulan dengan penghuni.
Pada pertemuan 3 Oktober 2007, Coldwell Banker sebagai konsultan pengembangan rumah susun menyatakan bahwa PP menjadi tanggung jawab PTUD. Sejak pertemuan ini, PTUD belum pernah mengundang penghuni untuk membentuk PP. Maka dalam surat tersebut sebenarnya PTUD mewakili siapa?
____________________________________________________________________________________
Wednesday, December 5, 2007
Chatting Lebih Efisien Namun SMS Lebih Efektif
Chatting atau Instant Messaging adalah aplikasi komputer interaktif menggunakan protokol Internet Relay Chat (IRC). Pengguna komputer mengetikkan sebuah pesan dalam format ASCII atau text biasa, lalu dari jarak jauh pengguna komputer lawannya secara interaktif dapat membalasnya atau memberikan respon atas pesan yang dikirimkan. Saat itu, pengguna komputer awam menggunakannya sebagai pengganti telepon biasa atau aplikasi voice konvensional melalui provider telekomunikasi, di Indonesia adalah Telkom via teknologi Public Services Telephone Network (PSTN).
Apabila dibandingkan dengan aplikasi voice saat ini, chatting lebih efisien, namun chatting bukan tandingan aplikasi voice konvensional lagi dengan kehadiran teknologi IP telephony dengan konsep Voice over Internet Protocol (VoIP). VoIP lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan telepon biasa melalui PSTN. Belakangan aplikasi berbasis konsep VoIP ini sudah dikemas di dalam aplikasi chatting.
Bila dibandingkan dengan aplikasi Short Message Services (SMS), Instant Messaging lebih efisien. Efisiensi Instant Messaging bisa dibuktikan dengan perhitungan matematis menggunakan pemahaman perhitungan biner. Apabila kita bandingkan, SMS memiliki panjang maksimum sebanyak 160 karakter sedangkan Instant Messaging bisa mencapai 14000 karakter! Asumsi perhitungan ini dengan biaya SMS termahal (Rp.350,-/SMS) dan dengan biaya akses internet menggunakan GPRS yang termahal (Rp.25,-/Kb).
Sebagai informasi, 1 karakter sama dengan 1 byte, maka untuk pemakaian Instant Messaging Rp.25,-/Kb dapat memperoleh sebanyak 1000 karakter. Apabila kita menghabiskan uang sebesar Rp.350,- untuk Instant Messaging, maka kita dapat menggunakan pesan tertulis sebanyak (Rp.350/Rp.25)*1.000 karakter, yaitu 14.000 karakter! Bandingkan dengan SMS yang hanya 160 karakter. Asumsi perhitungan ini melalui penyedia telepon seluler (cellular provider) tanpa memasukkan biaya layanan Instant Messaging perbulan.
Namun sayangnya, aplikasi Instant Messaging masih terbatas antar pengguna telepon seluler dalam satu cellular provider saja, hal ini belum bisa dilakukan untuk lintas cellular provider. Sebaliknya aplikasi interaktif berbasis teks yang lebih efektif adalah SMS. Aplikasi ini sudah valid dan dapat digunakan untuk lintas cellular provider. Maka tingkat efisiensi-nya harus dibandingkan dengan penggunaan voice pada telepon genggam.
Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh telah menjanjikan tarif komunikasi melalui telepon selular akan diturunkan secara drastis pada tahun 2008 mendatang. Namun tingkat penurunanya tidak diungkapkan secara rinci. Nuh mengatakan bahwa "penurunan tersebut juga harus bisa menyenangkan semua pihak. Yang artinya, kalaupun tarif harus turun secara signifikan, tapi bagaimana industri ini juga bisa tetap sustainable," seperti dikutip dari detikINET.
Apabila dibandingkan antara aplikasi komunikasi yang satu dengan yang lainnya saat ini, maka aplikasi voice menggunakan teknologi seluler tersebut dapat menjadi pilihan yang lebih efisien dan efektif mengingat pemahaman pemakaian teknologi telepon genggam/seluler yang semakin merata. Ditambah lagi teknologi yang sedang populer saat menggunakan teknologi pita lebar berkecepatan tinggi atau populer dengan nama broadband access 3.5G. Karena sangat dimungkinkan peserta komunikasi dapat secara langsung bertatap muka satu sama lainnya.
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.
Apabila dibandingkan dengan aplikasi voice saat ini, chatting lebih efisien, namun chatting bukan tandingan aplikasi voice konvensional lagi dengan kehadiran teknologi IP telephony dengan konsep Voice over Internet Protocol (VoIP). VoIP lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan telepon biasa melalui PSTN. Belakangan aplikasi berbasis konsep VoIP ini sudah dikemas di dalam aplikasi chatting.
Bila dibandingkan dengan aplikasi Short Message Services (SMS), Instant Messaging lebih efisien. Efisiensi Instant Messaging bisa dibuktikan dengan perhitungan matematis menggunakan pemahaman perhitungan biner. Apabila kita bandingkan, SMS memiliki panjang maksimum sebanyak 160 karakter sedangkan Instant Messaging bisa mencapai 14000 karakter! Asumsi perhitungan ini dengan biaya SMS termahal (Rp.350,-/SMS) dan dengan biaya akses internet menggunakan GPRS yang termahal (Rp.25,-/Kb).
Sebagai informasi, 1 karakter sama dengan 1 byte, maka untuk pemakaian Instant Messaging Rp.25,-/Kb dapat memperoleh sebanyak 1000 karakter. Apabila kita menghabiskan uang sebesar Rp.350,- untuk Instant Messaging, maka kita dapat menggunakan pesan tertulis sebanyak (Rp.350/Rp.25)*1.000 karakter, yaitu 14.000 karakter! Bandingkan dengan SMS yang hanya 160 karakter. Asumsi perhitungan ini melalui penyedia telepon seluler (cellular provider) tanpa memasukkan biaya layanan Instant Messaging perbulan.
Namun sayangnya, aplikasi Instant Messaging masih terbatas antar pengguna telepon seluler dalam satu cellular provider saja, hal ini belum bisa dilakukan untuk lintas cellular provider. Sebaliknya aplikasi interaktif berbasis teks yang lebih efektif adalah SMS. Aplikasi ini sudah valid dan dapat digunakan untuk lintas cellular provider. Maka tingkat efisiensi-nya harus dibandingkan dengan penggunaan voice pada telepon genggam.
Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh telah menjanjikan tarif komunikasi melalui telepon selular akan diturunkan secara drastis pada tahun 2008 mendatang. Namun tingkat penurunanya tidak diungkapkan secara rinci. Nuh mengatakan bahwa "penurunan tersebut juga harus bisa menyenangkan semua pihak. Yang artinya, kalaupun tarif harus turun secara signifikan, tapi bagaimana industri ini juga bisa tetap sustainable," seperti dikutip dari detikINET.
Apabila dibandingkan antara aplikasi komunikasi yang satu dengan yang lainnya saat ini, maka aplikasi voice menggunakan teknologi seluler tersebut dapat menjadi pilihan yang lebih efisien dan efektif mengingat pemahaman pemakaian teknologi telepon genggam/seluler yang semakin merata. Ditambah lagi teknologi yang sedang populer saat menggunakan teknologi pita lebar berkecepatan tinggi atau populer dengan nama broadband access 3.5G. Karena sangat dimungkinkan peserta komunikasi dapat secara langsung bertatap muka satu sama lainnya.
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.
Hingga Saat Ini SMS Masih Populer
SMS atau Short Messages Services masih dipakai sebagai aplikasi komunikasi terpopuler di masyarakat. Maraknya pemakaian SMS dengan meningkatnya ragam telepon genggam membuat komunikasi terbaru ini dipakai oleh semua lapisan masyarakat. Pada akhirnya kalangan bisnis memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan komunikasi atas produk dan jasa melalui medium SMS ini.
Perusahaan yang paling sering menggunakan medium ini adalah penyedia jasa layanan seluler itu sendiri, seperti XL, Indosat, Telkomsel, Esia, Telkom, Fren, Three, dan lain-lain. Malahan cara-cara sindikasi dipakai oleh perusahaan lain untuk memasarkan produk dan jasanya. Sebutkan saja AFI di Indosiar yang pernah populer dengan "kirimkan SMS dengan menuliskan nama penyanyi spasi nomor pilihannya, lalu dikirimkan ke nomor ..."
Begitu juga Berbagai stasiun televisi swasta seperti ANTV, TransTV, SCTV, RCTI memiliki berbagai kuis yang menginginkan feedback pemirsanya melalui SMS. Contoh lain adalah AA Gym yang pernah menggunakan medium tersebut untuk dakwah-nya, Twenty One Cineplex juga ikut memanfaatkan layanan pesan tiket nonton film di bioskop dengan menggunakan medium ini, Taxi Blue Bird juga ikut memanfaatkan SMS sebagai alternatif layanan kepada pelanggan untuk pemesanan taxi. Malahan mentalis terkemuka di Indonesia, Deddy Corbuzier juga memanfaatkan SMS ini untuk meramal pribadi seseorang.
Melalui perangkat telepon genggam yang dimiliki sebagian besar masyarakat perkotaan, kalangan bisnis akhirnya tinggal memilih pangsa pasar yang dikonsentrasikan dan memutuskan untuk melakukan komunikasi bisnisnya.
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
Sunday, November 11, 2007
Hujan Deras - Kekhawatiran Resiko Banjir
Hujan deras akhir-akhir ini sering terjadi. Hal ini berdampak pada lokasi-lokasi rawan banjir, baik itu hanya berupa genangan air maupun naiknya debit air di kanal maupun sungai di Jakarta, yang membuat kekhawatiran sebagian warga Jakarta. Demikian pula hal ini menjadi kekhawatiran sebagian warga di kawasan Jakarta Barat, tepatnya di lingkungan Apartemen Permata Eksekutif (APE).
Bila kita berada di kawasan Jakarta Barat dan Selatan dalam durasi seminggu ini, dirasakan mendung selalu mulai terlihat sejak pukul 10-11 WIB, dan seringkali diiringi dengan hujan. Pada hari Jumat lalu, hujan deras telah mengguyur Jakarta sejak pukul 11.50 WIB selama hampir 1 jam. Di sore harinya pada pukul 16.00 mendung masih menggelayuti kota Jakarta, dan diiringi hujan kembali. Meskipun akhirnya curah hujannya menurun, namun cuaca masih terasa dingin karena angin yang bertiup di daratan masih bercampur dengan air hujan.
Dari pengakuan salah satu penghuni Apartemen Permata Eksekutif yang kebetulan melakukan perjalanan dari Kebayoran Lama menuju ke Depok pada hari Jumat pukul 12.00 WIB, mengatakan bahwa saat berangkat melalui jalur arteri Pondok Indah, hujan turun sangat deras. Hal ini mengakibatkan pohon-pohon disekitar Pondok Indah terlihat pontang-panting diterpa angin. Tidak seperti biasanya, lalu lintas menuju Depok diakui sangat lancar meskipun cuaca mendung dan hujan turun. Masih menurut pengakuan penghuni APE tersebut, pada pukul 17.00 WIB yang bersangkutan mengadakan perjalanan kembali ke Jakarta Selatan melalui jalan Margonda Raya lalu berbelok ke arah Jalan RS Fatmawati untuk kemudian berhenti di bilangan Blok M. Saat itu tepatnya masih di jalan Margonda Raya, cuaca masih mendung dan hujan turun sangat lebat. Menurutnya, yang sangat mengkuatirkan adalah angin yang bertiup sangat kencang, hingga membuat suara-suara bising disekitarnya.
Sedangkan informasi yang diperoleh sumber detik.com, ternyata pada hari Sabtu (10 Nopember 2007), air sungai Cikumpa yang mengalir di Depok, Jawa Barat, telah meluap dan menyebabkan longsor. Papan reklame yang roboh terjadi di Jl Juanda, Jl Saminten, hingga Jl Gas Alam. Di Tangerang, Banten air sungai sudah melebihi batas normal. Sedangkan jalur Puncak dan Jonggol diguyur hujan lebat.
Melihat informasi tersebut salah satu penghuni di Tower II APE juga berkomentar, bahwa bila curah hujan bertambah tinggi dan dengan frekwensi yang tinggi pula, maka bukan tidak mungkin banjir yang melanda Jakarta akan terjadi lagi sehingga lokasi sekitar apartemen dan perumahan kelapa dua akan terkepung dan terendam banjir. Pada saat yang bersangkutan ditanya tentang tingkat kewaspadaan warga dan pengelola bila terjadi banjir, yang bersangkutan menjawab sambil tersenyum, bahwa sudah mempersiapkan lokasi alternatif untuk mengungsi.
Ada komentar berupa harapan dari salah satu penghuni APE yang mengaku pendukung pembentukan Perhimpunan Penghuni, bahwa pihak pengelola gedung apartemen sebaiknya memperhatikan dan belajar dari kejadian pada bulan Pebruari 2007 yang lalu. Hal ini diutarakan berkaitan dengan belum berfungsinya peran pengelola gedung apartemen sebagai pembentuk perhimpunan penghuni sejak pertama kali beroperasinya dan dipasarkannya APE. Dan khusus melalui media ini, yang bersangkutan menyatakan harapannya tentang keterlibatan pengurus sementara dalam melakukan koordinasi dengan pihak pengelola gedung apartemen khususnya menghadapi resiko bencana banjir.
Bila kita berada di kawasan Jakarta Barat dan Selatan dalam durasi seminggu ini, dirasakan mendung selalu mulai terlihat sejak pukul 10-11 WIB, dan seringkali diiringi dengan hujan. Pada hari Jumat lalu, hujan deras telah mengguyur Jakarta sejak pukul 11.50 WIB selama hampir 1 jam. Di sore harinya pada pukul 16.00 mendung masih menggelayuti kota Jakarta, dan diiringi hujan kembali. Meskipun akhirnya curah hujannya menurun, namun cuaca masih terasa dingin karena angin yang bertiup di daratan masih bercampur dengan air hujan.
Dari pengakuan salah satu penghuni Apartemen Permata Eksekutif yang kebetulan melakukan perjalanan dari Kebayoran Lama menuju ke Depok pada hari Jumat pukul 12.00 WIB, mengatakan bahwa saat berangkat melalui jalur arteri Pondok Indah, hujan turun sangat deras. Hal ini mengakibatkan pohon-pohon disekitar Pondok Indah terlihat pontang-panting diterpa angin. Tidak seperti biasanya, lalu lintas menuju Depok diakui sangat lancar meskipun cuaca mendung dan hujan turun. Masih menurut pengakuan penghuni APE tersebut, pada pukul 17.00 WIB yang bersangkutan mengadakan perjalanan kembali ke Jakarta Selatan melalui jalan Margonda Raya lalu berbelok ke arah Jalan RS Fatmawati untuk kemudian berhenti di bilangan Blok M. Saat itu tepatnya masih di jalan Margonda Raya, cuaca masih mendung dan hujan turun sangat lebat. Menurutnya, yang sangat mengkuatirkan adalah angin yang bertiup sangat kencang, hingga membuat suara-suara bising disekitarnya.
Sedangkan informasi yang diperoleh sumber detik.com, ternyata pada hari Sabtu (10 Nopember 2007), air sungai Cikumpa yang mengalir di Depok, Jawa Barat, telah meluap dan menyebabkan longsor. Papan reklame yang roboh terjadi di Jl Juanda, Jl Saminten, hingga Jl Gas Alam. Di Tangerang, Banten air sungai sudah melebihi batas normal. Sedangkan jalur Puncak dan Jonggol diguyur hujan lebat.
Melihat informasi tersebut salah satu penghuni di Tower II APE juga berkomentar, bahwa bila curah hujan bertambah tinggi dan dengan frekwensi yang tinggi pula, maka bukan tidak mungkin banjir yang melanda Jakarta akan terjadi lagi sehingga lokasi sekitar apartemen dan perumahan kelapa dua akan terkepung dan terendam banjir. Pada saat yang bersangkutan ditanya tentang tingkat kewaspadaan warga dan pengelola bila terjadi banjir, yang bersangkutan menjawab sambil tersenyum, bahwa sudah mempersiapkan lokasi alternatif untuk mengungsi.
Ada komentar berupa harapan dari salah satu penghuni APE yang mengaku pendukung pembentukan Perhimpunan Penghuni, bahwa pihak pengelola gedung apartemen sebaiknya memperhatikan dan belajar dari kejadian pada bulan Pebruari 2007 yang lalu. Hal ini diutarakan berkaitan dengan belum berfungsinya peran pengelola gedung apartemen sebagai pembentuk perhimpunan penghuni sejak pertama kali beroperasinya dan dipasarkannya APE. Dan khusus melalui media ini, yang bersangkutan menyatakan harapannya tentang keterlibatan pengurus sementara dalam melakukan koordinasi dengan pihak pengelola gedung apartemen khususnya menghadapi resiko bencana banjir.
Subscribe to:
Posts (Atom)
